beasiswa kursus bahasa inggris dan beasiswa belajar bahasa inggris

Sejarah Kampung Inggris Tempat Kursus Bahasa Inggris Yang Populer

Di Pulau Jawa Timur terdapat sebuah desa atau kampung unik bernama Kampung Inggris. Bagi orang yang belum mengetahui tentang sejarah Kampung Inggris, pasti akan mengira bahwa penduduk kampung tersebut adalah orang-orang bule.

Kampung Inggris sendiri sebenarnya adalah Desa Palem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Disebut sebagai Kampung Inggris karena banyaknya lembaga kursus bahasa Inggris dan bahasa lainnya. bukan hanya dilakukan di dalam ruangan, namun aktivitas berbahasa Inggris juga harus dilakukan di luar ruangan misalnya di teras rumah. peserta kursusnya pun berdatangan dari banyak tempat di daerah Indonesia dan memang datang untuk belajar dan mengasah kemampuan berbahasa asing terutama bahasa Inggris.

Peserta kursus biasanya akan tinggal selama beberapa minggu hingga bulan dengan menyewa kamar di rumah warga setempat. Sedangkan sebagai alat transportasi sehari-hari  biasanya peserta dapat menggunakan sepeda. Misalnya untuk menuju tempat kursus dari tempat sewa kamar yang tidak terlalu jauh.

Sejarah awal Kampung Inggris 

Sejarah Kampung Inggris sendiri berkaitan dengan perjalan hidup seorang pemuda bernama Kalend Osen yang juga dipercaya sebagai pendiri terbentuknya Kampung Inggris di Desa Palem. Pada tahun 1976 Kalend Osen merupakan seorang santri yang tengah belajar di Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo Jawa Timur. Kalend Osen sendiri berasal dari Kutai Kartanegara. Saat memasuki kelas lima di Gontor, Kalend harus meninggalkan bangku pendidikannya karena mengalami kendala untuk membayar biaya pendidikan. Bahkan Kalend tidak bisa pulang karena ke kampung halamannya sendiri karena tidak ada biaya.

Dalam keadaan yang sulit, kemudian salah satu temannya memberitahu bahwa ada seorang ustad bernama K.H Ahmad Yazid di Pare yang pintar dan menguasai delapan bahasa asing termasuk bahasa Inggris. Kemudian Kalend berniat untuk berlajar dan pergi ke rumah K.H Ahmad Yazid. Kalend pun diizinkan untuk belajar sekaligus tinggal di Pesantren Darul Falah miliki Ustad Yazid.

Baca juga:

Suatu hari datang dua orang mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya untuk belajar bahasa Inggris kepada Ustad Yazid. Kedua pemuda tersebut ingin belajar untuk persiapan ujian di kampusnya. Namun saat itu Ustad Yazid sedang tidak berada di rumah dan sedang pergi dalam suatu urusan ke Majalengka. Sehingga istri Ustad Yazid mengarahkan kedua mahasiswa tersebut untuk belajar kepada Kalend Osen.

Kalend yang saat itu sedang menyapu di halaman masjid didatangi oleh kedua mahasiswa dan disodorkannya kertas berisi 350 soal berbahasa Inggris. Kalend ternyata menyanggupinya dan terjadilah proses belajar di serambi masjid. Proses pembelajaran yang dilakukan juga cukup singkat namun intensif selama lima hari. Tidak diduga kedua mahasiswa tersebut datang lagi dan memberi kabar telah lulus dalam ujiannya.

Keberhasilan kedua mahasiswa tersebut pun cepat menyebar luas di kalangan mahasiswa IAIN Surabaya. Sehingga tidak sedikit yang ikut belajar kepada Kalend. Maka promosi pun didapatkan Kalend dari mulut ke mulut hingga terbentuklah kelas kursus  bahasa Inggris yang pertama.

Kalen kemudian mendirikan lembaga kursus bahasa Inggris bernama Basic English Course (BEC). Kemudian semakin lama peminatnya semakin banyak sehingga berkembanglah beberapa lembaga kursus baru untuk mengatasi permintaan yang meningkat. Alumni dari BEC sendiri juga banyak yang menjadi pengajar dan membangun lembaga kursus sendiri. Hingga saat ini lembaga kursus yang ada di Kampung Inggris memiliki variasi waktu, metode, program, dan biaya. Itulah sejarah Kampung Inggris yang sangat populer hingga saat ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *